Prestasi Siswa
Taruna Juara 2
Alhamdulillah, Selamat Kepada Korps Taruna Paskibra SMAN 3 Kota Bogor dapat peringkat 2 dan masuk Grand Final pada LKBB BOGOR OPEN ke 28 , Minggu 21 Juli 2019 .. Mohon doanyaπŸ™πŸ™πŸ™
:: 4 Selengkapnya 17
Agenda (Klik Tanggal)
06 April 2020
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik
  Visitors : 962009 visitors
  Hits : 13741 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

sman3bgr@smantiboo.sch.id    

Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang

Tanggal : 31-03-2011 23:14, dibaca 2053 kali.

Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berfikir panjang (Kompas, 24 Mei 2002).

Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang tersebut sangat menarik untuk dikaji mengingat saat ini pemerintah Indonesia mulai melirik pendidikan sebagai investasi jangka panjang, setelah selama ini pendidikan terabaikan. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka pangjang. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif.

Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan. Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. Inilah sebenarnya arah kurikulum berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based education yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Di Amerika Serikat (1992) seseorang yang berpendidikan doktor penghasilan rata-rata per tahun sebesar 55 juta dollar, master 40 juta dollar, dan sarjana 33 juta dollar. Sementara itu lulusan pendidikan lanjutan hanya berpanghasilan rata-rata 19 juta dollar per tahun. Pada tahun yang sama struktur ini juga terjadi di Indonesia. Misalnya rata-rata, antara pedesaan dan perkotaan, pendapatan per tahun lulusan universitas 3,5 juta rupiah, akademi 3 juta rupiah, SLTA 1,9 juta rupiah, dan SD hanya 1,1 juta rupiah.

Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. (Walter W. McMahon dan Terry G. Geske, Financing Education: Overcoming Inefficiency and Inequity, USA: University of Illionis, 1982, h.121).

Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional.

Nilai

Balik Pendidikan
Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang lain. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Di negara-negara sedang berkembang umumnya menunjukkan nilai balik terhadap investasi pendidikan relatif lebih tinggi dari pada investasi modal fisik yaitu 20 % dibanding 15 %. Sementara itu di negara-negara maju nilai balik investasi pendidikan lebih rendah dibanding investasi modal fisik yaitu 9 % dibanding 13 %. Keadaan ini dapat dijelaskan bahwa dengan jumlah tenaga kerja terdidik yang terampil dan ahli di negara berkembang relatif lebih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan kebutuhan sehingga tingkat upah lebih tinggi dan akan menyebabkan nilai balik terhadap pendidikan juga tinggi (Ace Suryadi, Pendidikan, Investasi SDM dan Pembangunan: Isu, Teori dan Aplikasi. Balai Pustaka: Jakarta, 1999, h.247).

Pilihan investasi pendidikan juga harus mempertimbangkan tingkatan pendidikan. Di Asia nilai balik sosial pendidikan dasar rata-rata sebesar 27 %, pendidikan menengah 15 %, dan pendidikan tinggi 13 %. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka manfaat sosialnya semakin kecil. Jelas sekali bahwa pendidikan dasar memberikan manfaat sosial yang paling besar diantara tingkat pendidikan lainnya. Melihat kenyataan ini maka struktur alokasi pembiayaan pendidikan harus direformasi. Pada tahun 1995/1996 misalnya, alokasi biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia untuk Sekolah Dasar Negeri per siswa paling kecil yaitu rata-rata hanya sekirat 18.000 rupiah per bulan, sementara itu biaya pendidikan per siswa di Perguruan Tinggi Negeri mendapat alokasi sebesar 66.000 rupiah per bulan. Dirjen Dikti, Satrio Sumantri Brojonegoro suatu ketika mengemukakan bahwa alokasi dana untuk pendidikan tinggi negeri 25 kali lipat dari pendidikan dasar. Hal ini menunjukkan bahwa biaya pendidikan yang lebih banyak dialokasikan pada pendidikan tinggi justru terjadi inefisiensi karena hanya menguntungkan individu dan kurang memberikan manfaat kepada masyarakat.

Reformasi alokasi biaya pendidikan ini penting dilakukan mengingat beberapa kajian yang menunjukkan bahwa mayoritas yang menikmati pendidikan di PTN adalah berasal dari masyarakat mampu. Maka model pembiayaan pendidikan selain didasarkan pada jenjang pendidikan (dasar vs tinggi) juga didasarkan pada kekuatan ekonomi siswa (miskin vs kaya). Artinya siswa di PTN yang berasal dari keluarga kaya harus dikenakan biaya pendidikan yang lebih mahal dari pada yang berasal dari keluarga miskin. Model yang ditawarkan ini sesuai dengan kritetia equity dalam pembiayaan pendidikan seperti yang digariskan Unesco.

Itulah sebabnya Profesor Kinosita menyarankan bahwa yang diperlukan di Indonesia adalah pendidikan dasar dan bukan pendidikan yang canggih. Proses pendidikan pada pendidikan dasar setidaknnya bertumpu pada empat pilar yaitu learning to know, learning to do, leraning to be dan learning live together yang dapat dicapai melalui delapan kompetensi dasar yaitu membaca, menulis, mendengar, menutur, menghitung, meneliti, menghafal dan menghayal. Anggaran pendidikan nasional seharusnya diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun dan bila perlu diperluas menjadi 12 tahun. Selain itu pendidikan dasar seharusnya “benar-benar” dibebaskan dari segala beban biaya. Dikatakan “benar-benar” karena selama ini wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah tidaklah gratis. Apabila semua anak usia pendidikan dasar sudah terlayani mendapatkan pendidikan tanpa dipungut biaya, barulah anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan tingkat selanjutnya.

Fungsi

Non Ekonomi
Ketiga, investasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis-ekonomis yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan. Fungsi sosial-kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda. Misalnya pada tingkat individual pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan dirinya secara psikologis, sosial, fisik dan membantu siswa mengembangkan potensinya semaksimal mungkin (Yin Cheong Cheng, School Effectiveness and School-Based Management: A Mechanism for Development, Washington D.C: The Palmer Press, 1996, h.7).

Fungsi politis merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan politik pada tingkatan sosial yang berbeda. Misalnya pada tingkat individual, pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan sikap dan keterampilan kewarganegaraan yang positif untuk melatih warganegara yang benar dan bertanggung jawab. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mengerti hak dan kewajibannya sehingga wawasan dan perilakunya semakin demoktratis. Selain itu orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara lebih baik dibandingkan dengan yang kurang berpendidikan.

Fungsi budaya merujuk pada sumbangan pendidikan pada peralihan dan perkembangan budaya pada tingkatan sosial yang berbeda. Pada tingkat individual, pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan kreativitasnya, kesadaran estetis serta untuk bersosialisasi dengan norma-norma, nilai-nilai dan keyakinan sosial yang baik. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mampu menghargai atau menghormati perbedaan dan pluralitas budaya sehingga memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap keanekaragaman budaya. Dengan demikian semakin banyak orang yang berpendidikan diharapkan akan lebih mudah terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya akan terjadi integrasi budaya nasional atau regional.

Fungsi kependidikan merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan pendidikan pada tingkat sosial yang berbeda. Pada tingkat individual pendidikan membantu siswa belajar cara belajar dan membantu guru cara mengajar. Orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran untuk belajar sepanjang hayat (life long learning), selalu merasa ketinggalan informasi, ilmu pengetahuan serta teknologi sehingga terus terdorong untuk maju dan terus belajar.

Di kalangan masyarakat luas juga berlaku pendapat umum bahwa semakin berpendidikan maka makin baik status sosial seseorang dan penghormatan masyarakat terhadap orang yang berpendidikan lebih baik dari pada yang kurang berpendidikan. Orang yang berpendidikan diharapkan bisa menggunakan pemikiran-pemikirannya yang berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Orang yang berpendidikan diharapkan tidak memiliki kecenderungan orientasi materi/uang apalagi untuk memperkaya diri sendiri.

Kesimpulan
Jelaslah bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tetapi lebih luas lagi yaitu perkembangan ekonomi. Selama orde baru kita selalu bangga dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu hancur lebur karena tidak didukung oleh adanya sumber daya manusia yang berpendidikan. Orde baru banyak melahirkan orang kaya yang tidak memiliki kejujuran dan keadilan, tetapi lebih banyak lagi melahirkan orang miskin. Akhirnya pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati sebagian orang dan dengan tingkat ketergantungan yang amat besar.

Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya manusianya memiliki etika, moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan indikator hasil pendidikan yang baik. Inilah saatnya bagi negeri ini untuk merenungkan bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik untuk mendukung perkembangan ekonomi. Selain itu pendidikan juga sebagai alat pemersatu bangsa yang saat ini sedang diancam perpecahan. Melalui fungsi-fungsi pendidikan di atas yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan maka negeri ini dapat disatukan kembali. Dari paparan di atas tampak bahwa pendidikan adalah wahana yang amat penting dan strategis untuk perkembangan ekonomi dan integrasi bangsa. Singkatnya pendidikan adalah sebagai investasi jangka panjang yang harus menjadi pilihan utama.

Bila demikian, ke arah mana pendidikan negeri ini harus dibawa? Bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik? Marilah kita renungkan bersama.

Nurkolis, Dosen Akademi Pariwisata Nusantara Jaya di Jakarta.

Saya Drs. Nurkolis, MM setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .



Pengirim : Drs. Nurkolis, MM
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Richklzvq -  [zvnlnn@hotmail.com]  Tanggal : 24/01/2015
<a href=http://www.cloudhouses.net/images/Paul-Pierce-Galaxy-S4-Cases-Road-Jersey-Back-5678.html>Paul Pierce Galaxy S4 Cases Road Jersey Back</a>
It shouldn't be surprising that this is happening.
<a href=http://www.cloudhouses.net/images/Paul-Pierce-Galaxy-Note-3-Cases-Home-Jersey-Front-9892.html>Paul Pierce Galaxy Note 3 Cases Home Jersey Front</a>
We've been very consistent about going about this in the same way.".
<a href=http://www.cloudhouses.net/images/Deron-Williams-Samsung-Galaxy-S5-Cases-Road-Jersey-Back-1706.html>Deron Williams Samsung Galaxy S5 Cases Road Jersey Back</a>
Free agency, which chipped away at the mystique of separate leagues, hurt the game; the expansion of baseball on TV, which meant that you could see some of these guys more often, made it less special to see them in mid July..
<a href=http://www.westgatelabs.co.uk/shop/cases/Detroit-Red-Wings-iPhone-4-Cases-Away-Jersey-6887.html>http://www.westgatelabs.co.uk/shop/cases/Detroit-Red-Wings-iPhone-4-Cases-Away-Jersey-6887.html</a>
And goodbye to that trim, tailored figure who could work the noisiest room the way Astaire or Sinatra could, with a preternatural, unhurried cool and a lightness of being that made the difficult look easy.
<a href=http://www.westgatelabs.co.uk/shop/cases/Buffalo-Sabres-iPhone-6-Plus-Cases-Jersey-Stripe-7644.html>http://www.westgatelabs.co.uk/shop/cases/Buffalo-Sabres-iPhone-6-Plus-Cases-Jersey-Stripe-7644.html</a>
We feel like this has got a chance to continue on.
<a href=http://www.westgatelabs.co.uk/shop/cases/Buffalo-Sabres-iPhone-6-Cases-Traditional-Camo-9445.html>http://www.westgatelabs.co.uk/shop/cases/Buffalo-Sabres-iPhone-6-Cases-Traditional-Camo-9445.html</a>
And only seven teams in all of baseball spent more money..
<a href=http://www.westgatelabs.co.uk/shop/cases/Buffalo-Sabres-iPhone-5S-Cases-Digi-Camo-Color-9462.html>http://www.westgatelabs.co.uk/shop/cases/Buffalo-Sabres-iPhone-5S-Cases-Digi-Camo-Color-9462.html</a>
Louis has a bullpen better suited for finishing the job..

Pengirim : Fitnes [alans@yahoo.com]  Tanggal : 20/03/2014
sangat membantu sekali artikelnya.... thanks

Pengirim : outletjlyfl -  [ksndub300577@hotmail.com]  Tanggal : 10/03/2014
<a href=http://www.rehoboth.ab.ca/menu.asp>canada goose cheap</a> lyme http://www.rehoboth.ab.ca/menu.asp - canada goose outlet

Pengirim : outletjjpju -  [wqfmzd324114@hotmail.com]  Tanggal : 04/03/2014
<a href=http://www.rehoboth.ab.ca/menu.asp>cheap canada goose jacket</a> aksharaaya http://www.rehoboth.ab.ca/menu.asp - canada goose jacket

Pengirim : WillieKl -  [tawfiq.kinnett@aol.com]  Tanggal : 07/01/2014
<img>http://i.imgur.com/rD8koPj.jpg</img> <a href=http://ordercheapestviagranow.com/#bcokt>cheapest generic viagra</a> - <a href=http://ordercheapestviagranow.com/#yyqwa >cheap viagra generic best price</a> , http://ordercheapestviagranow.com/#cnnay cheap viagra 200 mg

Pengirim : 7Z7Tr2VY -  [healer@coherenthealing.com]  Tanggal : 30/07/2013
I simply <a href=\"http://bekfpm.com\">neeedd</a> to say thanks once more. I do not know the things that I would\'ve sorted out without the type of pointers discussed by you on such concern. It has been a very terrifying circumstance in my circumstances, nevertheless looking at a specialised form you treated that made me to weep over fulfillment. Now i\'m thankful for this work as well as trust you recognize what a great job you are always undertaking training men and women through the use of your blog post. More than likely you haven\'t got to know any of us.

Pengirim : 8e1tQWdDe -  [nirvan@mail.ru]  Tanggal : 28/07/2013
hey there and thank you for your information – I’ve <a href=\"http://kbxcilfdcj.com\">deiftinely</a> picked up something new from right here. I did however expertise some technical issues using this site, as I experienced to reload the web site many times previous to I could get it to load properly. I had been wondering if your web host is OK? Not that I am complaining, but slow loading instances times will sometimes affect your placement in google and could damage your quality score if ads and marketing with Adwords. Well I am adding this RSS to my email and can look out for a lot more of your respective interesting content. Ensure that you update this again soon..

Pengirim : FMP1L4q8 -  [antony@thecomicaddiction.com]  Tanggal : 27/07/2013
I have got observed that turghohout making a new relationship with real estate proprietors, you\'ll be able to get them to comprehend that, in each real house purchase, a commission amount is paid. In the conclusion, FSBO retailers don\'t conserve the fee. Rather, they try and win the commission through conducting a strong agent\'s profession. In completing this, they make investments their funds and time and energy to complete, as best they are able to, the responsibilities of the realtor. Those assignments include disclosing the house via promoting, showing the home to prepared buyers, developing an expression of purchaser emergency so that you can prompt the offer, preparing information about home inspections, taking in qualification checks with the loan provider, supervising upkeep tasks, and assisting the closing in the deal.

Pengirim : Jam Pria [ciciliaarum@gmail.com]  Tanggal : 15/06/2013
Artikelnya sungguh menarik, sehingga membuat saya kagum sekali

Pengirim : Jam Kw -  [andinsari@gmail.com]  Tanggal : 15/06/2013
Terima kasih infonya yang sangat membantu


   Kembali ke Atas